[Article] Romantic Doctor Teacher Kim: Detail Medis yang Luar Biasa!


Baru kali ini mimin menemukan drama Korea yang tidak memiliki 3 hal ini:
  1. Cowok ganteng kaya raya
  2. Orang ketiga dan cinta segitiga
  3. Cerita fokus pada kisah cinta karakter-karakter utama

Inilah kenapa mimin SANGAT SUKA pada drama "Romantic Teacher, Teacher Kim" (RDTK)
Seperti yang sudah dituliskan, ada 10 alasan, ini dia yang pertama:

"Detail Medis yang Luar Biasa"

Drama seperti ini biasanya dimiliki oleh drama Jepang, misalnya Team Medical Dragon Iryu, Doctor X, God Hand Teru, Code Blue, Gyne, dsb
Dari banyak drama medical yang mimin tonton, Team Medical Dragon masih memegang piala juara baik dari segi detail medis, story, pemain, dsb sampai akhirnya mimin menemukan RDTK!

[ALL Pictures credits: SBS, twitter, PDnote]

Drama ini tidak "Sembarangan dibuat", kita bisa lihat ini dia list para tenaga medis yang menjadi konsultan dalam pembuatan drama ini:

source: twitter (@team_doldam)

Di video-video Behind the Scene juga kita bisa lihat ada dokter yang mendampingi para aktor selama masa syuuting untuk melakukan berbagai scene terkait penanganan medis.

source: PDNote

Model yang digunakan di scene pembedahan memang model palsu yang dibuat khusus seperti asli. Saat dilakukan penyayatan, juga akan mengeluarkan cairan merah seperti darah, hal ini yang membuat scene-scene pembedahan terlihat real.

Saking realnya, sampai-sampai tim pembedahan jantung Korea membawa scene dari RDTK ke konferensi.
source: team_doldam

Sekarang mari kita lihat detail-detail medis dari episode pertama:
[ATTENTION! There might be graphics photos below, bagi yang tidak kuat, jangan diteruskan]

Penyelamatan pasien yang tertusuk batang besi dengan menemukan arterinya

Di Ep 1, ada pasien datang ke Geodae, korban dari adanya kecelakaan di lokasi proyek. Salah satu yang terparah adalah bapak ini, yang tertusuk sebuah batang besi.
Saat dilakukan penanganan, tidak sengaja batang ini lepas dan mengakibatkan pendarahan yang sangat banyak.
Untuk menghentikannya, dr. Yoon Seo Jung mencari arteri yang kena dan menyumbatnya dengan jari telunjuknya sampai pasien ditangani di ruang operasi.





CPR untuk pasien serangan jantung
Selanjutnya ada pasien yang terkena Miokarditis dan harus dilakukan CPR (memompa jantung).
Pada kejadian aslinya, melakukan CPR bisa menyebabkan adanya tulang dada yang patah, di sini para aktor bekerja keras melakukannya semirip mungkin dengan asli walaupun konsultan medis sudah mengatakan bahwa hal tersebut akan sulit. Tapi sepertinya mereka melakukannya dengan sangat baik!
Selain CPR, inkubasi juga dilakukan. Para aktor juga berjuang sekuat tenaga untuk terbiasa dengan alat-alat medis dan berakting layaknya mereka adalah profesional terutama dalam menggunakan alat-alat tersebut.

O ya, di episode 1 ini, CPR yang dilakukan dr. Kang sengaja dibuat salah, karena masih dokter magang, sedangkan dr. Yoon harus benar-benar melakukannya dengan tepat.






Pembedahan untuk ECMO
Pasien miokarditis tadi harus menjalani pembedahan ECMO untuk mengalirkan oksigen ke dalam darahnya. Di scene ini dilakukan oleh dr. Yoon Seo Jung dan dr. Kang Dong Ju yang saat itu masih dokter intern/magang.





Pendarahan saat Operasi karena Sirosis Hati
Hal yang membuat dr. Kang Dong Ju dimutasi ke rumah sakit desa Doldam Hospital karena dia gagal menyelamatkan seorang pasien penting karena dia tidak dapat menghentikan pendarahan yang terjadi saat operasi.


Penyelamatan Pasien di Doldam Hospital oleh dr. Kim Sabu
Seorang pasien mengalami pendarahan dan arterinya harus segera dijahit. Kim Sabu membedahnya di IGD. Di scene ini menurut mimin titik pentingnya ada dapat tim-tim IGD yang sangat siap dan cepat dalam menangani pasien. Bayangkan kalau semua rumah sakit punya tim medis seperti Doldam yah~
Selain itu, gerakan tangan Kim Sabu saat menjahit menjadi salah satu 'highlight' pada scene ini~






Operasi Pergelangan Tangan dr. Yoon Seo Jung oleh Kim Sabu dan dr. Kang Dong Ju
Di episode kedua, dr Yoon menyayat pergelangan tangannya di bawah sadar, hal ini menyebabkan putusnya satu arteri, satu saraf dan tiga urat daging.



Korban Luka Bakar di IGD Doldam
Terjadi ledakan di dapur kasino di dekat RS Doldam. Korban luka bakar dari yang parah sampai yang ringan semuanya adalah staff dapur di sana.
Di scene dijelaskan hal-hal yang terjadi pada korban luka bakar dan diperlihatkan bagaimana dokter menanganinya.


Operasi Liver pada mantan Penderita Kanker Hati oleh dr. Kang Dong Ju diawasi oleh Kim Sabu
Terjadi kecelakaan hebat yang mengakibatkan banyak korban luka berat dan kebanyakan dari mereka adalah mantan penderita kanker. Salah satu pasiennya dibedah oleh dr Kang dan terjadi hal yang sama seperti saat dr Kang mengoperasi seorang pasien yang akhirnya tewas dan membuatnya di mutasi ke Doldam.
Scene bedahpun dibuat senyata mungkin, applause untuk tim RDTK!




Bedah Laparoscopy oleh dr. Do In Beom
Tidak hanya bedah terbuka, bedah laparoscopy juga digunakan dalam scene RDTK. Ahlinya di sini adalah dr. Do In Beom (rival dr. Kang)




Pembedahan seorang tentara yang melarikan diri dari camp karena disiksa oleh seniornya oleh dr. Kang Dong Ju dan dr. Do In Beom
Kasus pada scene ini cukup mengharukan, detailnya cek di artikel selanjutnya ya. Di sini diceritakan operasi berjalan lancar, tapi karena lukanya terlalu parah (karena penyiksaan panjang sebelunya), jadi organ-organ pasien mulai mengalami penurunan fungsi. dr. Kang sudah menjelaskan bahwa jika hal ini terus terjadi, nyawa pasien tidak bisa diselamatkan, walaupun para dokter sudah berusaha sekuat tenaga.
Banyak istilah-istilah medis yang dijelaskan dalam drama ini, bagaimanapun mengedukasi masyarakat ya!





Dokter juga selalu Belajar~
Ada scene dimana dr. Kang mengajari dr. Yoon melakukan jahitan  yang baik dan benar. Terutama dr. Yoon akan menjadi asisten untuk bedah jantung, satu kesalahan bisa menyebabkan darah keluar dengan tekanan tinggi. (PS. dr. Kang adalah seorang GS -General Surgeon-)



Kekacauan karena ada Pasien Terduga MERS
Virus selalu menarik dalam kasus-kasus kedokteran yang difilmkan. Di RDTK, ada sekeluarga datang ke IGD dan terduga MERS. Di sini, para staff langsung mengambil langkah cepat, dr. Kang mengisolasi IGD. Tapi sayangnya, pihak lain yang terkait tidak mendukung gerak cepat dari para staff Doldam ini.
MERS: The Middle East respiratory syndrome-related coronavirus, or EMC/2012, is a novel positive-sense, single-stranded RNA virus of the genus Betacoronavirus (wikipedia)



Para Dokter Doldam Mempersiapkan Operasi Penggantian Jantung Buatan
Komisaris dari Rumah Sakit Geodae, bisa dibilang pemilik, juga RS Doldam, Chairman Shin meminta Kim Sabu untuk melakukan operasi penggantian jantung buatannya. Karena operasi ini cukup sulit dan membutuhkan banyak dokter (terutama untuk mempersingkat waktu operasi mengingat pasiennya sudah berumur 72 tahun), jadi mereka melakukan latihan dulu~

Bedah pada Pangkreas oleh dr. Do In Beom, dr. Song, dan dr. Kang Dong Ju
Sebelum pembedahan, ada perbedaan diagnosis antara dr. Do dan dr. Kang. dr. Do mengatakan masalahnya ada di usus besar, tapi menurut dr. Kang masalahnya ada di pangkreas. Sedangkan dr. Song memihak pada putra direktur (dr. Do) dan mengatakan masalahnya ada pada usus besar.
Setelah dibuka, ternyata benar adalah pangkreas. Diputuskan untuk melakukan Distal Pancreatectomy. Tapi ternyata dr. Do tidak bisa, dr. Song masuk dan malah mengenai arterinya. dr. Kang menunjukkan kemampuannya dalam menjahit arteri setelah berlatih keras selama ini dan mengamati kerja Kim Sabu.




Bedah Penggantian Jantung Buatan oleh Kim Sabu dan dr. Yoon Seo Jung
Chairman Shin yang berumur 72 tahun ternyata juga memiliki Terminal Lung Cancer. Untuk mengurangi resiko, tim bedah ini harus mengoperasi tidak lebih dari 6 jam. Pada awal operasi, dr. Yoon tidak sengaja mengenai arteri dan menyebabkan darah memancar, tapi berhasil ditangani dengan cepat oleh Kim Sabu.
Operasi berjalan lancar dan tepat waktu.







Bedah pada Lambung oleh dr. Kang Dong Ju dan dr. Do In Beom
Seorang pasien mengalami tukak lambung dan harus segera dibedah. dr. Kang dikejar waktu dalam melakukan bedah ini karena mereka harus masuk ke ruang operasi Chairman Shin untuk melakukan pengambilan battere, controller, dan TET jantung buatan. Tapi, kedua dokter ini bekerja dengan sangat baik (thanks to dr. Kang's amazing suturing skill). Diperlihatkan juga jahitan dengan stapler.


Bedah Pemotongan Usus sepanjang 30cm pada seorang pecandu alkohol
Pada waktu yang sama, IGD Doldam kedatangan tiga pasien yang harus segera dibedah. Para dokter harus mengambil keputusan mana dulu yang harus dibedah karena ruang bedah hanya ada dua.
Kim Sabu melakukan pembedahan jantung sedangkan dr. Kang melakukan pembedahan pada pecandu alkohol dan pasien yang perutnya kemasukan pecahan kaca.
Diperlihatkan bagaimana dr. Kang melakukan pemotongan usus dengan GIA dan mengeluarkannya.


Jahitan yang dilakukan oleh dr. Kim Sabu
Tidak hanya operasi besar dan menegangkan, jahitan sederhana di IGD juga memiliki scene sendiri!

Operasi Laparo pada Pasien Positif HIV Aids oleh dr. Do In Beom, dr. Woo Yeon Hwa, diawasi oleh Kim Sabu
Pada episode prequel, dr. Lee (mantan pacar Kim Sabu) datang membawa seorang pengidap HIV Aids yang harus segera dibedah. Semua RS menolaknya dan akhirnya Kim Sabu mengiyakan untuk melakukan operasi. Tapi pasien lain datang dan butuh dilakukan tindakan. Akhirnya dr. Do yang melakukan Laparo dibimbing oleh Kim Sabu (tangan Kim Sabu terluka, jadi belum dapat melakukan pembedahan), sedangkan dr. Kang dan dr. Lee membedah pasien yang tertembak.


Operasi terakhir di RDTK, pasien tertembak saat berburu babi hutan, oleh dr. Kang Dong Ju dan dr. Lee Yeong Ju
Terdapat 14 peluru yang bersarang di tubuh pasien dari perut sampai paha. dr. Kang dibantu oleh dr. Lee untuk mengeluarkan semua pelurunya.
Operasi berjalan dengan sangat lancar~
Di sini, jahitan dr. Kang dipuji oleh dr. Lee







Nah, gimana? Detail medis yang ditampilkan luar biasa kan?
Sebagai orang awam, kita juga bisa belajar beberapa hal, baik medis maupun hal-hal lain terkait.
Kasus-kasus yang ditampilkan mungkin memang tidak keheboh drama Iryu atau Doctor X, tapi menurut mimin, kasus-kasusnya logis dan lebih dekat dengan isu-isu sosial.

Jadi, jangan sampai nggak nonton Romantic Doctor, Teacher Kim yah!
[ALL Pictures credits: SBS, twitter, PDnote]
Previous
Next Post »